Filsafat ilmu Tentang Dosa
Sumber Bacaan
"DOSA"
Segala puji bagi Allah SWT yang masih memberikan kita kehidupan di dunia ini serta memberikan kita kenikmatan ilmu kesehatan dan nikmat yang berlimpah.dan tidak lupa kepada nabi kita atau junjungan kita nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita kepada alam yang terang menerang seperti yang kita rasakan saat ini .
Firman Allah Ta’ala:
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (53) وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ (54)
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar {39} : 53-54).
Dosa adalah ketidaktaatan kepada TUHAN, entah itu melakukan apa yang Dia larang, atau gagal melakukan apa yang Dia telah perintahkan.
Dalam ayat lain disebutkan,
أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ
“Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya?” (QS. At-Taubah {9} : 104).
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa’ {4} : 110).
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا (145) إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولَئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا (146)
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.” (QS. An Nisa’ {4} : 145-146).
1. Syirik / Menyekutukan Allah
2. Berputus Asa Dari Rahmat Allah
3. Merasa Aman Dari Ancaman Allah
4. Durhaka Kepada Orang Tua
5. Membunuh
6. Menuduh Wanita Baik – Baik Melakukan Zina
7. Memakan Riba
8. Lari Dari Medan Pertempuran
9. Memakan Harta Anak Yatim
10. Berbuat Zina
Referensi :
1. 1 Azyumardi Azra, “Kata Pengantar” dalam Abduddin Nata, Tafsir Ayat-Ayat Pendidikan,cet. 2 (Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2008), h. vii-vi
Pada Buku Filsafat pendidikan tentang Dosa Bapak Dr.Sehat Sultoni Dalimunthe.MA.
Department of Management University of Darussalam Gontor
Mungkin cukup sekian
Assalamualaikum wrb wrb